Keberagaman aliran pada Islam sejak ratusan tahun mulai dimanfaatkan
oleh para lawan-lawannya. Apalagi setelah mulai meruncingnya perbedaan
kelompok Sunni dan Syiah serta beberapa aliran lainnya yang semakin
banyak. Bagi kaum zion dan satanic, hal itu justru menjadi kartu AS agar
dapat mengadu domba diantara mereka. Maka grand design pun mulai
dimainkan. Bagaimana caranya?
Melalui manusia-manusia bergaris keras ini maka akan memunculkan
faham-faham yang juga bergaris keras, pelan namun pasti, ajaran ditekuk,
dipelintir, digeser, disalah-artikan, lalu merekrut pengikut yang juga
bergaris keras. Kemudian ratusan bahkan ribuan orang yang memiliki
naluri “satu species” ini pun menjadi alat zion, dimana mereka akan
mencuat dan bergerak saat dibutuhkan.
Strategi dalam operasi sangat terselubung bernama “The Hornet’s Nest”
atau strategi “Sarang Lebah Hornet” lalu mulai dimainkan. Strategi yang
bertujuan untuk membawa semua ekstrimis-ekstrimis utama dunia untuk
bergerak ke satu tempat atau tujuan, dan sebagian besar untuk
mengguncang stabilitas negara yang dianggap musuhnya, terutama
negara-negara Arab. Suatu waktu, sel-sel itu bagai singa yang hanya
ditarik ekornya saja, yang tadinya tertidur pun dapat segera mengaum dan
bergerak.
Fakta telah membuktikan, jika ditarik sejarahnya, kelompok Mujahiddin,
Taliban, Al-Qaeda, Hammas, Bako Haram, Ahmadiyyah, bahkan Islamic
Brotherhood dibuat, direstui, dibesarkan dan dibiayai oleh CIA, Mossad
dan Zion beserta inteligen barat lainnya, untuk mengobrak-abrik dunia
Islam.
Alhasil: bukannya memerangi Zionis, namun mereka justru bergerak untuk
memerangi umat Islam itu sendiri, memerangi yang justru satu kepercayaan
dengan mereka. Grand Design pun berhasil. Namun sang arsitek pun tetap
bermuka serius, bahkan ikut mengutuk mereka lalu memburu mereka pula.
Ketika mereka saling berperang dan saling menghancurkan, tak ada
kepentingan yang berarti bagi Zion, AS dan dunia barat untuk turut
campur, hingga mereka semua yang bersaudara hancur. Kalah jadi abu,
menang jadi arang. Maka berikutnya, Zion dan sekutunya, tinggal memetik
hasilnya.
Bendera-bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid berkibar sepanjang
lembah Sungai Eufrat dan Tigris, terbentang dari Suriah ke Irak. “Negara
Islam Irak dan Suriah”, atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)
atau Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Negara Islam (IS)
sudah kuasai banyak kota di pinggiran sungai pusat lahirnya peradaban
manusia itu.
Sebelumnya, Abu Bakr al-Bagdadi (ketua ISIS atau IS) pada tahun 2010,
adalah pimpinan Al-Qaidah di Irak atau AQI. Lalu karena beda
kepentingan, pada April 2013, AQI berganti menjadi Negara Islam di Irak
dan al-Sham atau Islamic State of Iraq and Syria atau ISIS.
Lalu ISIS menjelma lagi menjadi Negara Islam (IS), kelompok pimpinan Abu
Bakar al-Baghdadi ini memproklamirkan Kekhalifahan. Target mereka, dari
Spanyol hingga Indonesia berada di bawah satu bendera Islam.
Kelompok ini menjadi kelompok jihad utama yang memerangi pasukan
pemerintah di Suriah dan membangun kekuatan militer di Irak. Huruf “S”
dalam singkatan ISIS berasal dari bahasa arab “al-Sham”, yang merujuk ke
wilayah Damaskus (Suriah) dan Irak.
Tetapi dalam konteks jihad global, disebut Levant yang merujuk kepada
wilayah di Timur Tengah yang meliputi Israel, Yordania, Lebanon, wilayah
Palestina, dan juga wilayah Tenggara Turki. Jumlah mereka tidak
diketahui secara pasti, tetapi diperkirakan memiliki ribuan pejuang,
termasuk jihadis asing.
Khilafah diproklamasikan pada Minggu, 29 Juni 2014, setelah ISIS di atas
angin terhadap tentara Irak. Baghdadi diangkat sebagai Khalifah,
pemimpin negara sekaligus spiritual dalam sebuah Kekhalifahan Islam.
Dengan berdirinya Khilafah, ISIS menyerukan seluruh umat Muslim untuk
berbaiat pada Khalifah yang kepalanya dihargai US$10 juta oleh Amerika
itu.
“Adalah tugas semua Muslim di dunia bersumpah setia pada dia dan
mendukungnya. Legalitas seluruh emirat, kelompok, negara, dan organisasi
menjadi hilang berdasarkan perluasan kekuasaan kekhalifahan dan tibanya
tentara khilafah di wilayah mereka,” kata juru bicara ISIS Abu Muhammad
al-Adnani dalam bahasa Arab, dan diterjemahkan ke banyak bahasa.
Sosok al-Baghdadi sendiri misterius. Hanya ada dua foto yang menunjukkan
keberadaan pria 43 tahun ini. Bahkan beberapa orang mengatakan dia
sebenarnya tidak ada, hanya simbol yang diciptakan ISIS.
Abu-bakar-al-Baghdadi saat khotbah.
Namun sebuah video yang diunggah di Youtube untuk pertama kalinya
menunjukkan bahwa Baghdadi nyata. Dia terlihat tengah berkhutbah dalam
shalat Jumat di sebuah masjid di Mosul, Irak. Berjenggot lebat
berpakaian hitam.
“Pembentukan khilafah adalah kewajiban. Agama ini tidak akan benar
kecuali syariah ditegakkan,” kata Baghdadi dalam khutbahnya, diberitakan
al-Jazeera.
Pergerakan ISIS di Irak dimulai dari wilayah Suriah sepanjang Sungai
Eufrat. Kemenangan ISIS melawan kelompok pemberontakan Suriah lainnya di
Abu Kamal membuat pintu perbatasan dengan Irak terbuka lebar. Ditambah
lagi pos militer di Qaim, perbatasan Irak ditinggal kabur tentara, ISIS
makin bebas bergerak.
Wilayah pertama yang dikuasai ISIS adalah kota Falluja dan Ramadi di
Provinsi Anbar, sebelah barat Irak awal tahun 2014 ini. Bendera hitam
ISIS berkibar di kantor pemerintah dan pos militer. Beberapa kota di
Anbar juga telah dikuasai. Setelah mencaplok sebelah barat Irak, ISIS
bergerak ke timur, menyerbu kota Mosul, provinsi Nineveh di lembah
Sungai Tigris.
Militan ISIS menguasai kota Ramadi di Provinsi Anbar, Irak, Desember 2013.
Quote:

Militan ISIS menguasai kota Ramadi di Provinsi Anbar, Irak, Desember 2013. (Foto: REUTERS/Ali al-Mashhadani)
|
Mosul, kota terbesar kedua di Irak setelah Baghdad itu direbut
dengan mudah. Tentara lari tunggang langgang, menanggalkan seragam
mereka dan ikut mengungsi bersama warga. Lebih dari 500.000 orang
mengungsi, kebanyakan ke wilayah Kurdistan.
Sebanyak 2.400 tahanan dibebaskan, jadi amunisi baru bagi kelompok ini.
Dengan dikuasainya Mosul, wilayah barat dan timur Irak di bawah kendali
ISIS. Pemerintahan Nouri al-Maliki di Baghdad terkepung. ISIS merebut
satu per satu kota di kota pinggiran Eufrat dan Tigris, dari Raqqa di
Suriah hingga mendekati Baghdad.
Saksi mata lainnya menjelaskan, awalnya kelompok ISIS menyerukan
orang-orang yang sedang salat di dalam masjid dan berziarah di makam
Nabi Yunus untuk menghentikan aktivitasnya. Para militan kemudian
menembakkan senjata api ke sekitarnya. Tak diketahui apakah ada korban
jiwa atau tidak.
Menurut pejabat setempat, ISIS telah membuat kacau masjid dan makam Nabi
Yunus. Selama satu jam, mereka memborbardir kawasan makam Nabi yang
dikenal pernah masuk mulut ikan paus itu.
“Kerusakan terparah di makam Nabi Yunus yang hancur tinggal debu,” kata pejabat tersebut
Di kota-kota ini, ISIS memperoleh ghanimah atau rampasan perang
berupa kendaraan lapis baja dan senjata serta amunisi sumbangan dari
Amerika. Di Mosul, ISIS juga dilaporkan berhasil menguras bank-bank di
kota itu dan menjarah uang sebesar 500 miliar dinar Irak atau lebih dari
Rp50,2 triliun.
Quote:
Selain itu, militan ISIS juga menghancurkan makam milik Imam Abu al-Ila
di Mosul dan masjid di Distrik al-Faisaliya. Sebelumnya salah satu
anggota ISIS menyatakan pihaknya bahkan akan menghancurkan Ka’bah
apabila nanti menguasai Mekah.
Indonesia juga menjadi salah satu lokasi yang menjadi target serangan
ISIS. ISIS juga membuat “paspor kekhalifahan” yang diperuntukkan untuk
anggota dan simpatisan mereka. Kalimat “Daulah Kalifah Islamiyah”
tertera sebagai ukiran di bagian atas paspor tersebut.
Di bagian bawah tertulis “Jika pemegang paspor ini disakiti, kami akan
mengirim bala tentara baginya.”Kelompok militan tersebut akan membagikan
dokumen tersebut kepada 11.000 warga negara yang tinggal di kota-kota
yang berbatasan dengan Irak dan Suriah.
Lewat Twitter, ISIS Ancam Hancurkan Kabah dan Mekkah
Petinggi ISIS bernama Abu Turab Al Mugdassi melalui Twitter mengancam
organisasinya akan menghancurkan kota suci umat Islam sedunia, Mekkah,
di Arab Saudi Namun kini akunnya sudah di delete.
Quote:

Petinggi ISIS bernama Abu Turab Al Mugdassi itu mengancam organisasinya
akan menghancurkan kota suci umat Islam sedunia, Mekkah, di Arab Saud
|
i.
Mugdassi mengatakan akan menghancurkan Kabah. “Orang pergi ke Mekkah
untuk menyentuh batu itu, bukan bertemu Allah,” kata Al Mugdassi melalui
akun Twitter-nya.
Sejumlah media di Timur Tengah mengabarkan ancaman yang dilontarkan lewat Twitter itu.
Setelah kabar itu beredar, akun Twitter milik Al Mugdassi itu sudah tak bisa lagi dibuka.
Jika ancaman ini dapat diverifikasi kebenarannya, ancaman ini sangat
mengejutkan karena datang dari kelompok yang ingin membentuk
kekhalifahan Islam itu.
Belum lagi ditambah persenjataan asal AS, seperti helikopter Blackhawk,
Humvee, pesawat kargo dan senjata lainnya, menjadikan ISIS kelompok
militan paling kaya di dunia!