Tampilkan postingan dengan label Suara Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suara Hati. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 September 2009

Cinta dan keraguan

Untuk Menggenal sebuah hati, terkadang ku harus merelakan bila jiwa ini gundah
Akan rindu yang kurasa, akan rasa yang kau punya
Adakah hati mu berpadu dengan hatiku, atau hanya aku yang merasakan getaran cinta???

Kau seperti maya..., hadir bagai halusinasi tapi cukup nyata bagiku
Kita membagi semua cerita di dunia tempat kita berpijak
sama seperti kita membangun dunia kecil dimana hanya ada kita
tapi keraguan melanda ku..., seperti maut akan menjemput

Suatu hari nanti aku akan melepasmu dan berhenti membagi cerita bersama mu
Suatu hari nanti terasa sulit bagiku..., ku tak tau kapan tapi akan terjadi
Ataukah kita mampu bertahan untuk dunia kecil kita???
hingga perpisahaan tak perlu terjadi

Impian ku dan impianmu terasa sangat sempurna
Tapi adakah kesempurnaan itu adalah perjanjian, atau cinta kita lah yang menjanjikan???
Tapi maaf, rasanya aku terlalu mencintaimu...
Rasa dimana ku ingin selalu bersama mu, masuk kedalam hatimu, getaran jiwamu, bersandar di bahumu, mendengar dekup jantungmu, desahan nafasmu, menikmati waktu yang berlalu bersamamu...
Ku benar-benar ingin terbang mewujudkan impian ini, membagi segalanya hanya dengan mu

Senin, 20 Juli 2009

Mengapa bahagia beranjak pergi?

Jauh kudekap di tepis sunyi yang merayap
Sementara tak sedetikpun kakiku bergerak meninggalkan penantian yang kusekap
Dibatas kangen yang menyekat
Ku panggang cinta dalam pedih yang meratap
dengan apalagi ku gambarkan jujur dan tulusku??
Ku terbentur jawab yang belum terungkap
Dijerat mimipi semu tanpa penghabisan yang merekat.
Diujung malam kutercekat

Mendambamu satu-satunya………….


Jumat, 19 Juni 2009

Rindu


Dalam sepi ku tanam cinta bagai fatamorgana menjelang pagi
Bahkan kabut puncak adalah indah, jaga mendung dan bias sisa sinar matahari yang tak pernah saling merengkuh
Karna masih ada cinta dan kehidupan yang masih harus di perjuangkan
meski duka menjadi awal setiap fajar, biarlah...
Apalah arti sebuah mimpi, ketika lelap terserah pada malam tanpa suara?!
Ku cari hadirmu lepas fajar hingga petang
Adakah yang lebih berduka selain hati yang rindu...???
Betapa aku inggin melihat wajahmu dekat dengan ku, hingga aku rasakan desahan nafas dan gairah cintamu...

Minggu, 01 Maret 2009

Aku Manusia yang Tak Pantas Kau Miliki

Aku Manusia yang Tak Pantas Kau Miliki

Egois, angkuh
Itu aku
Saat dimana kau membutuhkan
Aku tak pernah mau tahu,
Bertanya pun tidak
Aku manusia,
Kaupun sama
Tapi, apakah aku pantas disebut manusia?
Dengan keegoisaan aku hidup
Dengan ke angkuhan aku dibenci
Sampai-sampai hatiku membenci diriku sendiri

Selasa, 24 Februari 2009

Puisi buat sang pengkhianat

Sang Pengkhianat

Adalah Sang Pengkhianat
Tertawa dalam tangis kelamku
Berjanji dalam sumpah palsunya
Padanya ku haturkan jiwaku
Ia tangkup, remukkan dalam sekejap pandang
Bibirnya merah merekah
Berisi racun kebohongan dan dusta
Wajah liciknya berbalut senyum penuh damai
Jatuhkanku dalam nyaman semunya
Kata – katanya lembut menentramkan
Namun menusuk, menghujat ke jantung
Sekejap ku rengkuh bahagia
Tapi Ia adalah Sang Pengkhianat
Ia porandakan bahagiaku
Alirkan semua isi kepalaku
Curahkan rasa dalam batin terdalam
Ia tersenyum diiringi cucur air mataku
Ah..... Ia memang Sang Pengkhianat
Perengkuh dalam damai semu dan derita tak bertepi



khianat adalah ketika jiwa mengiba kasih selain-nya
khianat adalah ketika lisan berkata cinta namun hati tak mengangguk sempurna
khianat adalah ketika mata berharap menatap wajah lain selain Allah
khianat adalah ketika keikhlasan menjadi hiasan bibir yang dusta
khianat adalah ketika hati berdecak kagum menatap diri sendiri
khianat adalah ketika zhalim pada diri sendiri dan orang lain
khianat adalah ketika diriku tak mampu lagi berucap, menatap dan mendengar
khianat adalah ketika mata menjadi buta, hati menjadi mati dan telinga menjadi tuli
maka khianat adalah 'binatang ternak' yang merasa dirinya 'manusia'
ingin rasanya berlari dari seribu pengkhianatan ini. namun sayang, diri ini terlalu cinta pada dunia..

 
Powered by Blogger