Selasa, 24 Februari 2009

Puisi buat sang pengkhianat

Sang Pengkhianat

Adalah Sang Pengkhianat
Tertawa dalam tangis kelamku
Berjanji dalam sumpah palsunya
Padanya ku haturkan jiwaku
Ia tangkup, remukkan dalam sekejap pandang
Bibirnya merah merekah
Berisi racun kebohongan dan dusta
Wajah liciknya berbalut senyum penuh damai
Jatuhkanku dalam nyaman semunya
Kata – katanya lembut menentramkan
Namun menusuk, menghujat ke jantung
Sekejap ku rengkuh bahagia
Tapi Ia adalah Sang Pengkhianat
Ia porandakan bahagiaku
Alirkan semua isi kepalaku
Curahkan rasa dalam batin terdalam
Ia tersenyum diiringi cucur air mataku
Ah..... Ia memang Sang Pengkhianat
Perengkuh dalam damai semu dan derita tak bertepi



khianat adalah ketika jiwa mengiba kasih selain-nya
khianat adalah ketika lisan berkata cinta namun hati tak mengangguk sempurna
khianat adalah ketika mata berharap menatap wajah lain selain Allah
khianat adalah ketika keikhlasan menjadi hiasan bibir yang dusta
khianat adalah ketika hati berdecak kagum menatap diri sendiri
khianat adalah ketika zhalim pada diri sendiri dan orang lain
khianat adalah ketika diriku tak mampu lagi berucap, menatap dan mendengar
khianat adalah ketika mata menjadi buta, hati menjadi mati dan telinga menjadi tuli
maka khianat adalah 'binatang ternak' yang merasa dirinya 'manusia'
ingin rasanya berlari dari seribu pengkhianatan ini. namun sayang, diri ini terlalu cinta pada dunia..

2 komentar:

Akyu aja mengatakan...

Bagus bnget sob gua suka!

SiPutih mengatakan...

semangat pak

Poskan Komentar

Silahkan Tulis Komentar teman - teman di sini...!!!

 
Powered by Blogger